PKS Jaktim
Home Berita POLEMIK JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM, INI PENJELASAN MTZ

POLEMIK JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM, INI PENJELASAN MTZ

0
387

Menjelang diadakannya even besar Piala Dunia U17, Jakarta International Stadium atau JIS yang dibangun di era Anies Baswedan mendapatkan sorotan.
Pasalnya, berbagai kalangan seakan mencoba mengerdilkan hasil karya anak bangsa ini. Terbaru, awal Juli ini, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum mengaku mendatangi JIS untuk melakukan inspeksi, dengan membawa ahli rumput yang tidak sejak awal menangani rumput di JIS.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, memberikan penjelasan. “Polemik JIS ini terasa betul lebih banyak unsur politisnya,” katanya di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin, 10/07.
Sejak awal, terangnya, polemik mengenai renovasi stadion JIS, atau tidak layaknya tempat itu digunakan berbagai even internasional sebenarnya mengada-ada. Sebab, pembangunannya pun diawasi oleh Komisi B DPRD DKI Jakarta.
“Dinamika politik di Komisi B berjalan terus, dan berulangkali JIS dapat sorotan serta masukan, dan tidak ada masalah soal desain, akses, jenis rumput, atau sejenisnya. Kenapa baru sekarang?” tegas politisi yang akrab disapa MTZ ini.
Terkait desain dan aksesnya yang dianggap tidak memiliki parkir memadai untuk kendaran pribadi, MTZ justru memiliki jawaban menohok. “FIFA selalu inginkan agar stadion-stadion baru ini memperhatikan aspek lingkungan dan modernisasi cara pandang.”
“Lahan parkir, berarti menyediakan lahan untuk kendaraan pribadi. Sedangkan maksud FIFA, orang disuruh naik kendaraan umum. Ini soal mental. Memang belum sempurna akan tetapi pembangunan ke arah sana masih terus diupayakan.”
“Bicara stadion, tidak Cuma bicara sepakbola, tapi juga bicara bagaimana cara pandang orang terhadap transportasi berubah dengan adanya stadion itu. kalau terus menyediakan parkir, maka sampai seluas apapun lahan parkirnya tak akan cukup,” tegasnya lagi.
“Apalagi kalau Cuma bicara soal rumput. Itu sudah jelas yang katanya ahli rumput dibawa oleh kemen-PU itu, ternyata tidak terlibat dalam proses pembangunan. Ini jadi mau adu rumput atau bagaimana?”
Terbaru, pihak konsultan pembangunan JIS yang digunakan oleh PT Jakarta Propertindo, Buro Happold, dikabarkan menghapus JIS dari daftar portofolio di situs resminya. Menanggapi ini, MTZ menjelaskan bahwa itu wajar saja.
“Buro Happold sejak awal bukan desainer, apalagi arsitek. Mereka adalah vendor sebagai konsultan. Maka sangat wajar mereka menghapus JIS dari daftar portofolio desain mereka. sudah ditegaskan bahwa desainer dan arsitek JIS itu orang Indonesia asli,” katanya.
“rilis media dari Buro Happold sangat tegas, “we did not design the stadium”. Kami tidak mendesign stadion itu. kenapa sekarang diramaikan seakan Buro Happold itu yang merancang, ini miss informasi. Apalagi sampai ada wacana Pansus. Politisasi namanya!” tegas MTZ.
Ia berharap, polemic ini segera diakhiri dan kembali membahas hal yang produktif. “Ayo sama-sama desain lagi kota kita jadi ramah pejalan kaki. Jalur sepeda pulihkan lagi, trotoar dilebarkan. Itu nyata manfaatnya bagi lingkungan, bukan Cuma isu tidak produktif yang ujung-ujungnya proyek.”

Previous articleAnis Byarwati : Pentingnya Edukasi Politik Bagi Anggota PKS Untuk Berkontribusi Optimal Sebagai Warga Negara Menuju Indonesia yang Lebih Baik
Next articleKetua DPP PKS: Realisasi Semester I APBN 2023, Perekonomian Melambat, Seiring Bulan Madu Harga Komoditas Segera Berakhir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here