HomeBeritaKomisi E DPRD DKI Desak Segera Perbaiki Sekolah Rusak di Jakarta: Jangan...

Komisi E DPRD DKI Desak Segera Perbaiki Sekolah Rusak di Jakarta: Jangan Ada Lagi Viral

Komisi E DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan langkah cepat dalam melakukan perbaikan sekolah rusak.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi tidak ingin ada lagi viral sekolah ambruk di Ibu Kota.

Ghozi Zulazmi meminta dalam APBD Perubahan 2026, Disdik begerak cepat menyisir dan memetakan sekolah rusak yang perlu mendapat perhatian.

“Kebayoran (SDN Kebayoran Lama Selatan 09), salah satunya, saya berharap di APBD Perubahan ini juga memastikan bahwa tidak ada lagi sekolah-sekolah yang ambruk,” kata Ghozi dalam rapat kerja beberapa waktu lalu.

Ghozi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta jangan bekerja secara spontan melakukan penanganan saat sudah viral atau menjadi sorotan publik.

“Kita memang bukan bekerja dalam spontan dan yang viral baru kita perbaiki, tapi kita memastikan nih, di perubahan ini semua bisa terlaksana,” tegas dia.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi E lain yakni, Raden Gusti Arief Yulifard, i meminta Disdik melarikan audit secara menyeluruh sekolah-sekolah di Jakarta.

Audit ini, lanjut dia, dilakukan untuk memastikan setiap bangunan sekolah dalam kondisi layak dan jika ditemukan ada yang perlu diperbaiki, dapat dilaksanakan secara cepat.

“Audit sekolah. Yang sudah kemarin ada kejadian sampai hari ini sudah ada kah untuk hasil auditnya? Jadi kita juga sudah bisa mengetahui sedini mungkin mana yang rusak, mana yang harus direhab,” kata Arief.

Arief mencontohkan adanya sekolah di kawasn Kampung Rambutan, Jakarta Timur, fasilitas meubler sudah dinilai terlalu usang dan perlu diperbarui.

“Kelayakan ruang kelas juga, karena di salah satunya di dapil saya mungkin di SDN 01 Rambutan, itu mebelernya dalam arti meja dan kursinya kalau menurut saya sudah enggak layak,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dilihat, fasilitas meja kursi belajar di SD Negeri tersebut sudah dipakai sejak 2008.

Menurut Arief, Jakarta menuju Kota Global harus memiliki fasilitas yang memadai terutama di bidang pendidikan agar kualitas belajar masyarakat dapat ditingkatkan.

“Karena kalau kita lihat tulisan di mejanya tuh APBD 2008, berarti udah ketinggalan jauh. Kita mau menggaungkan kota global tapi kalau kita masuk ke ruang kelas, nah ini coba saya minta tolong, untuk penambahan-penambahan meja dan kursi yang mungkin sudah tidak layak, tolong diaudit,” tegas dia.

Sumber : https://jakarta.tribunnews.com/

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini