Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta lebih aktif mendukung pengembangan urban farming dan perikanan darat melalui penyediaan sarana pendukung serta pemanfaatan sampah organik.
Menurut Taufik, sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pakan ikan sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi timbulan sampah.
“Saya minta supaya Dinas KPKP bisa lebih aktif. Misalnya bagaimana caranya agar sampah-sampah organik yang banyak itu bisa dimanfaatkan menjadi pakan ikan dan seterusnya,” kata Taufik saat rapat dengan SKPD di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Selain mendorong pemanfaatan sampah organik, Taufik juga menyoroti kebutuhan sederhana yang kerap disampaikan warga namun belum terpenuhi. Salah satunya ialah penyediaan jaring untuk mendukung kegiatan budidaya ikan dan urban farming.
Ia menilai fasilitas tersebut memiliki biaya pengadaan yang relatif kecil, tetapi sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis ketahanan pangan.
“Ada permintaan-permintaan warga yang sebenarnya tidak terlalu mahal. Seperti jaring-jaring, katanya di KPKP tidak ada, yang ada harus dibeli sendiri. Hal-hal kecil seperti itu akhirnya menjadi vital ketika orang mau memelihara ikan atau mengembangkan urban farming,” ujarnya.
Taufik berharap Dinas KPKP segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat agar tidak menjadi hambatan dalam pengembangan budidaya perikanan maupun pertanian perkotaan.
Menurut dia, dukungan anggaran yang dibutuhkan relatif kecil dibandingkan manfaat yang akan dirasakan masyarakat apabila program urban farming dan perikanan darat dapat berkembang dengan baik.
“Anggarannya saya kira kecil ketika kita akan mendapatkan manfaat yang besar, kalau ternyata warga sukses menjalankan urban farming maupun perikanan darat,” pungkasnya.
