Sebagai pegiat sepeda, Pramono mengaku perlu mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan kebijakan mengenai fasilitas tersebut. Adapun salah satu usulan penghapusan jalur sepeda sebelumnya disampaikan warga melalui media sosial Threads.
Akun @seahawk.90 mengusulkan agar jalur sepeda di jalan-jalan protokol Jakarta dihapus. Alasannya, jalur tersebut dinilai jarang digunakan pada hari kerja dan sepeda lebih banyak terlihat saat car free day (CFD).
Pengguna tersebut menilai penghapusan jalur sepeda dapat membuat badan jalan lebih lebar sehingga diharapkan membantu mengurangi kemacetan pada hari kerja. “Pak @pramonoanungw usul pak, jalur sepeda di jalan protokol baiknya dihilangkan. Kami lihat sudah tidak terpakai dan sepeda kebanyakan hanya pada saat CFD. Kalau dihilangkan bisa memperlebar badan jalan dan mengurangi kemacetan pada saat weekdays. @prastowoyustinus izin pak. CMIIW,” tulis akun tersebut.
Pembangunan tersebut juga belum dilanjutkan secara maksimal pada periode setelahnya.
Karena itu, MTZ menilai jalur sepeda perlu kembali mendapat perhatian, termasuk dari sisi anggaran. “Anggarannya harus dihidupkan lagi, ditambah lagi. Karena memang waktu zaman (Gubernur) Pak Anies kemudian sesudahnya belum selesai ke seluruh Jakarta, sehingga harus ditambah anggarannya,” kata MTZ. Menurut dia, perbaikan fasilitas juga penting agar warga merasa nyaman ketika menggunakan jalur sepeda. Jalur Sepeda Masih Dipakai Parkir Persoalan lain yang disoroti MTZ adalah pengawasan. Di sejumlah lokasi, dia masih menemukan jalur sepeda yang digunakan untuk parkir kendaraan bermotor.
Selain itu, jalur sepeda di Jakarta juga digunakan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan. Akibatnya, pesepeda tidak dapat menggunakan jalur tersebut dengan leluasa. Menurut MTZ, kondisi itu membuat fungsi jalur sepeda tidak berjalan sebagaimana mestinya. Fasilitas yang sudah dibangun menggunakan anggaran pemerintah pun dapat menjadi sia-sia jika tidak dijaga. Dia menduga lemahnya pengawasan juga berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran. “Saya mendorong untuk dihidupkan lagi jalur sepeda, maka harus ada pengawasan yang baik,” ujarnya.
Pemprov DKI Masih Kaji Keberadaan Jalur Sepeda Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI akan membahas kembali keberadaan jalur sepeda di Jakarta. Pramono menyampaikan hal itu setelah menerima masukan dari warga yang meminta jalur sepeda di sejumlah jalan protokol dihapus karena dinilai jarang digunakan. “Saya juga mendapatkan banyak masukan tentang hal itu. Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan membahas secara khusus mengenai fasilitas sepeda yang dimiliki, apakah masih perlu dipertahankan atau diubah,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Pramono belum menentukan apakah seluruh jalur sepeda akan dipertahankan atau diubah. Menurut dia, keputusan tersebut akan dibahas dalam rapat Pemprov DKI.
“Nanti kami akan putuskan dalam rapat,” katanya.
Sebagai pegiat sepeda, Pramono mengaku perlu mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan kebijakan mengenai fasilitas tersebut. Adapun salah satu usulan penghapusan jalur sepeda sebelumnya disampaikan warga melalui media sosial Threads.
Akun @seahawk.90 mengusulkan agar jalur sepeda di jalan-jalan protokol Jakarta dihapus. Alasannya, jalur tersebut dinilai jarang digunakan pada hari kerja dan sepeda lebih banyak terlihat saat car free day (CFD).
Pengguna tersebut menilai penghapusan jalur sepeda dapat membuat badan jalan lebih lebar sehingga diharapkan membantu mengurangi kemacetan pada hari kerja. “Pak @pramonoanungw usul pak, jalur sepeda di jalan protokol baiknya dihilangkan. Kami lihat sudah tidak terpakai dan sepeda kebanyakan hanya pada saat CFD. Kalau dihilangkan bisa memperlebar badan jalan dan mengurangi kemacetan pada saat weekdays. @prastowoyustinus izin pak. CMIIW,” tulis akun tersebut.
Sumber: https://megapolitan.kompas.com
