PKS Jaktim
Home OPINI Memotret Ibu Tangguh

Memotret Ibu Tangguh

0
337
Neni Yaswarti (Penulis Komunitas Insta)

Neni Yaswarti

Sebut saja namanya bu Nur. Usianya enam puluh tahunan. Beliau dibantu anaknya harus membesarkan dua cucu karena orang tua mereka sudah meninggal. Bu Nur menjual kue untuk mendapat penghasilan. Ia juga yang bertindak sebagai wali murid bila ada urusan dengan sekolah.Ia tak gagap menggunakan gawai.
Bu Nur atau biasa dipanggil nenek adalah contoh ibu tangguh. Takdir Allah SWT ia jalani dengan ikhlas. Di usia senjanya ia masih nampak bugar. Seminggu sekali ia mengikuti senam bersama. Bu Nur pun tak malu untuk belajar membaca Al Quran meski usianya sudah lanjut. Baginya mengaji membawa keberkahan.
Ibu tangguh ada di sekeliling kita.Dengan kemampuannya ia turut membantu perekonomian keluarga. Ibu tangguh bukanlah perempuan yang selalu kuat. Ada kalanya ia berada di titik terlemah, karena itu ia perlu bersosialisasi untuk menjaga kesehatan mentalnya.
Seorang ibu perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi keluarga. Perkembangan teknologi dan informasi telah membawa perubahan terhadap sikap dan perilaku anak zaman sekarang, karena itu seorang ibu perlu belajar untuk mengetahui perkembangan teknologi informasi, dan bagaimana mendidik anak.
Untuk memberi apresiasi terhadap ibu tangguh, maka Partai Keadilan Sejahtera melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga memberikan penghargaan kepada ibu tangguh di masyarakat. Ibu tangguh tersebut berasal dari beberapa kelurahan kemudian diseleksi. Dengan adanya penghargaan ini diharapkan ibu-ibu tangguh semakin bersemangat dan pihak-pihak yang berkaitan dengan urusan perempuan lebih memperhatikan pendidikan dan kesejahteraan kaum perempuan.

Previous articleKELUARGA
Next articlePeringati Hari Anak, PKS Pasar Rebo Gelar Bincang Tentang Stunting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here