PKS Jaktim
Home OPINI Ramadhan, Antara Idealistis dan Realistis.

Ramadhan, Antara Idealistis dan Realistis.

0
503

By Cak Nash.

Puasa Ramadhan sudah lewat satu pekan. Cepat sekali ia berlalu melewati kita. Seakan baru kemarin kita berpuasa. Semua berharap semangat Ramadhan terus terjaga sampai akhir Ramadhan, sebagaimana harapan saat menyambutnya.

Masih teringat di kepala kita, saat menjelang Ramadhan, begitu antusias kita menyambutnya, dengan lantunan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan, ungkapan kerinduan, dan rencana target tergambar indah di kepala untuk mengisi amalan Ramadhan di dalamnya.

Bagaimana dengan hari ini? Tentu aktivitas harian, tugas keluarga, pekerjaan, dan kesibukan-kesibukan lain mengiringi keseharian kita selama Ramadhan. Ini adalah rutinitas yang mesti ditunaikan. Di antara keduanya berjalan bersama untuk ditunaikan. Terealisasikankah keinginan kita di bulan Ramadhan ini?

Sebelum subuh kita harus sahur dan aktivitas ibadah lain, setelah Subuh mesti zikir atau tilawah, bersamaan itu ngantuk menimpa mata, tak lama setelah itu harus bekerja, saat jam istirahat perlu tidur sejenak, pulang kerja, sembari menunggu berbuka, ada sedikit waktu untuk zikir atau tilawah, pas magrib berbuka dan shalat magrib, lanjut makan besar. Tak lama setelah itu masuk isya dan tarawih. Tarawih selesai sekitar jam 20-an atau maksimal jam 21.00. Pulang sedikit ngemil, selonjoran atau tilawah. Setelah itu harus segera tidur agar sahur tidak kesiangan. Padat juga, ya. He he he…

Lalu, bagaimana merealisasikan target-target indah Ramadhan? Satu-satunya cara adalah mengurangi tidur dan berkorban waktu mengurangi aktivitas yang tidak prioritas. Jika memang harus mengejar target, tentu mesti bekerja keras mengatur waktu.

Untuk para aktivis dakwah dan pegiat masjid/mushalla, tentu mereka lebih all out menguras tenaga dan pikiran karena beban amanah dakwah dan melayani jamaah masjid/mushalla ada di pundak mereka. Mereka, di samping mesti mengejar target Ramadhan, tetapi juga mesti menjalankan tugas-tugas keumatan. Itulah konsekuensi pilihan hidup. Bahkan,dengan beban yang berat, amalan mereka mesti melebihi masyarakat awam pada umumnya.

Jika target Ramadhan tak tercapai, berarti itu hanya angan-angan. Jika terealisasikan, alhamdulillah, Anda layak dapat pahala berlipat.

Target Ramadhan adalah bertemunya idealistis dan realistis, di antara keduanya perlu seni dalam mengawinkannya. Semoga istiqamah dalam target Ramadhan.

* Penulis adalah editor buku Islam

Previous articleBelajar Guyub Kepada Semut
Next articleRapat Kerja, MTZ Soroti Kinerja Transjakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here