PKS Jaktim
Home OPINI REFLEKSI DIRI

REFLEKSI DIRI

0
455
Yuli anwar (Penulis Komunitas Insta)

Oleh : Yulia Anwar

Bulan ini genap sudah 10 tahun kujalani peranku sebagai seorang Ibu yang full membersamai keluarga setiap harinya. Sejak tahun 2011 pernikahanku Alhamdulillah aku telah dikaruniai 4 orang putri. Iffah putri sulungku yang berusia 10 tahun diakhir Desember ini, Izzah putri keduaku yang genap berusia 9 tahun Maret 2023 nanti, Isma putri ke 3 ku yang berusia 7 tahun Oktober kemarin, dan Isyana bayiku yg berusia 1 tahun dan Alhamdulillah baru bisa berjalan sejak sebulan ini. MasyaaAllah. Tabaarakallah. Alhamdulillah aku mensyukuri kehadiran mereka dalam kehidupanku.

Sejak mereka dalam kandungan hingga tumbuh seperti saat ini full kubersamai kesehariannya berdua saja dengan suamiku. Mereka makan dari tangan kami saja. Mereka tidur dalam dekapan kami saja. Mereka bermain dalam penjagaan kami saja. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Hanya saat mereka sekolah saja yg terpisah dariku dan suami. Mereka kami lepas bersekolah setelah berumur 5 tahun lebih. Sebelum mereka memasuki dunia sekolah , aku dan abinya adalah guru pertama bagi mereka. Belajar membaca hijaiyyah, Alquran, shalat, menulis latin, mewarnai, awalnya di tangan kami. Selanjutnya berlanjut di tangan asatidznya saat mereka sudah sekolah. Saat mereka sakitpun aku dan abinya adalah satu satunya dokter bagi mereka..karena Alhamdulillah Allah berikan kesembuhan hanya dengan wasilah madu, kurma, habbatussaudah, minyak but-but, minyak zaitun, air kelapa, buah, sayur dan asupan makanan yang kusiapkan untuk mereka, serta dekapan dan usapanku dan Abinya. Alhamdulillah inipun suatu hal yang sangat kusyukuri.

Menyaksikan dan membersamai mereka tumbuh dan berkembang adalah sebuah kesyukuran bagiku. Banyak hal yang kupelajari dari mereka. Banyak hikmah yang kuambil dari mereka. Aku belajar memahami sifat, tabiat yang berbeda antara satu dengan yg lainnya. Dari mereka juga aku belajar memahami arti bersabar. Dari mereka juga aku belajar untuk memotivasi, menyemangati, menghibur dan memberi sugesti. Dari mereka jugalah aku selalu termotivasi untuk tetap sehat, tetap bangun lebih cepat, tetap kuat dan tetap tersenyum walau apapun yg terjadi. Dari mereka juga aku belajar untuk rela dan ikhlas berbagi, mengikis egois dalam diri. Dari mereka juga aku belajar untuk berani mempraktekkan teori yang selama ini kupelajari. Dari mereka juga aku belajar untuk lebih gesit dan sigap dalam berbuat. Dari mereka juga aku belajar untuk bisa kreatif. Dari mereka aku belajar berbesar hati. Dari mereka aku belajar untuk lebih total berharap dan berserah diri hanya pada Allah saja. Dari mereka aku belajar untuk lebih memahami.
Banyak hal yang kupelajari karena adanya mereka, putri putriku sayang. Tanpa mereka apalah artinya aku. Doaku selalu Semoga Allah merahmati dan memberkahi hidup mereka. Semoga Allah melapangkan dan meridhoi jalan hidup mereka. Semoga Allah menjadikan mereka hamba hambaNya yang Sholehah dan berbakti, bermanfaat bagi umat.

Terlebih dari itu semua dari mereka juga aku semakin memahami betapa besar peran ibuku dalam hidupku..bagaimana banyak jasa ibuku dan pengorbanannya dalam hidupku, hingga saat ini aku bisa menjadi seorang ibu.

Ibu..
Tak terbalas jasamu .
Tak terbandingkan pengorbanan dan kasih sayangmu.

Ibu..
Engkaulah teladanku.
Engkaulah guruku.
Engkaulah inspirasiku.
Engkaulah pintu surgaku.

Ibu…
Semoga Allah selalu merahmati dan memberkahimu.
Semoga Allah selalu memberikan kesehatan untukmu.
Semoga Allah selalu memberikan kebahagian dan kesejahteraan untukmu.
Semoga Allah memberikan surga tertinggi kepadamu.

Selamat Hari Ibu …
Teruslah berjuang di jalan Allah..

Previous articleMenutup Tahun 2022, FORSITMA adakan Taklim Rutin Ustadzah Gabungan se Jakarta Timur
Next articleIbu dan Pendidikan Perempuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here